Assalamualaikum...
Today i don't feel like writing/ saying anything for words are so inadequate that i find it difficult to actually express my feeling right now.
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
***please safe Gaza and please safe our humanity and dignity
Ini adalah catatan pendapat dan pandangan aku tentang sesuatu perkara di sekeliling yang aku rasa, dengar, dan lihat. Pandangan dan pendapat kita mungkin tidak sama, biasalah tu, sebab bagi aku, kita mungkin dapat kertas lukisan dan warna yang sama, tetapi tidak mungkin kita dapat menghasilkan dua lukisan yang langsung tiada beza..
Showing posts with label humanity. Show all posts
Showing posts with label humanity. Show all posts
Friday, June 19, 2009
Thursday, June 11, 2009
pengayuh beca
seorang tua
pengayuh beca
di bawah terik mentari empat petang
menunggu giliran
bergerak melepasi traffic light
di hadapan kompleks pejabat kerajaan
dengan peluh membasahi baju lusuhnya
dengan keringat mengalir laju ke bawah dagunya
dengan air putih dalam botol mineral tanggal jenama
dengan kereta besar gah di depan dan belakangnya
dan asap kering menerawang sekelilingnya
rengkuhnya kering menyedut habuk
tangannya kasar menggepal handle beca
sehingga timbul urat-urat kasar
dipermukaaan belulang keringnya
hadiah dari kerja kerasnya
seorang tua
pengayuh beca
di bawah panas mentari emmpat petang
mata terpejam kewalahan
menahan bahang aspal yang tak mengenal kasihan
lalu hatiku menjadi terkesan
masih ada lagikah kemiskinan
di tengah bandaraya kebanggaan?
pengayuh beca
di bawah terik mentari empat petang
menunggu giliran
bergerak melepasi traffic light
di hadapan kompleks pejabat kerajaan
dengan peluh membasahi baju lusuhnya
dengan keringat mengalir laju ke bawah dagunya
dengan air putih dalam botol mineral tanggal jenama
dengan kereta besar gah di depan dan belakangnya
dan asap kering menerawang sekelilingnya
rengkuhnya kering menyedut habuk
tangannya kasar menggepal handle beca
sehingga timbul urat-urat kasar
dipermukaaan belulang keringnya
hadiah dari kerja kerasnya
seorang tua
pengayuh beca
di bawah panas mentari emmpat petang
mata terpejam kewalahan
menahan bahang aspal yang tak mengenal kasihan
lalu hatiku menjadi terkesan
masih ada lagikah kemiskinan
di tengah bandaraya kebanggaan?
Subscribe to:
Posts (Atom)